JAKARTA - PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) tengah menyiapkan langkah strategis yang penting dalam pengembangan usahanya.
Perusahaan berencana mengakuisisi saham perusahaan batu bara, PT Trimata Coal Perkasa, melalui dukungan pengendali utama, PT Triple Berkah Bersama (Triple B).
Rencana akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat posisi MEJA sebagai pemain utama di sektor energi, khususnya batu bara, sekaligus memperluas portofolio aset yang dimiliki perseroan. Upaya ini menandai ambisi MEJA untuk lebih agresif dalam mengembangkan bisnisnya pada 2026.
Perjanjian Bersyarat antara Triple B dan Pemegang Saham Trimata
Langkah awal akuisisi ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat antara Triple B, pemegang saham pengendali MEJA, dan pemegang saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.
Kesepakatan awal ini disampaikan oleh Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, dan telah dilakukan pada 22 Desember 2025.
Proses selanjutnya akan mengikuti mekanisme serta ketentuan yang berlaku di pasar modal, memastikan akuisisi berjalan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku. Tahapan ini penting untuk menjaga transparansi transaksi dan melindungi kepentingan semua pemangku kepentingan.
Tujuan Akuisisi dan Komitmen Triple B
Direktur PT Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menekankan bahwa rencana akuisisi merupakan bagian dari komitmen pengendali untuk memperkuat fondasi MEJA.
“Saham yang akan diakuisisi tersebut memiliki hak yang memenuhi persyaratan sehingga MEJA nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa,” ujar Noprian.
Nilai akuisisi 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa disepakati sebesar Rp1,6 triliun. Pembayaran akan direalisasikan dalam beberapa tahap sesuai kesepakatan awal. Dengan kepemilikan ini, MEJA diharapkan dapat mempengaruhi strategi operasional dan pengambilan keputusan di Trimata Coal Perkasa.
Status Afiliasi dan Struktur Kepemilikan
Noprian juga menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara Triple B dan PT Trimata Coal Perkasa. Dengan begitu, transaksi ini dilaksanakan secara independen, yang sekaligus memberikan kepastian hukum terkait kepemilikan saham dan pengendalian.
Rencana ini menunjukkan profesionalisme Triple B dan MEJA dalam menjalankan strategi ekspansi bisnis. Mekanisme ini juga memastikan kepemilikan saham dan hak kontrol di Trimata Coal Perkasa akan berada di tangan MEJA secara sah dan sesuai peraturan pasar modal.
Profil Aset PT Trimata Coal Perkasa
PT Trimata Coal Perkasa memiliki aset batu bara berskala besar di Sumatera Selatan. Luas konsesi yang dimiliki mencapai 11.640 hektare, memberikan potensi cadangan yang cukup signifikan.
Berdasarkan laporan JORC yang disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, perusahaan memiliki estimasi sumber daya batubara tertambang sekitar 693,7 juta ton. Hampir seluruh cadangan memiliki nilai kalori di atas 5.000 kkal/kg, menjadikannya komoditas bernilai tinggi di pasar energi.
Selain itu, PT Trimata Coal Perkasa memiliki izin produksi batu bara untuk periode 2024–2026, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) IUP Operasi Produksi yang disetujui instansi berwenang.
Volume produksi yang diizinkan mencapai total 2,6 juta ton, memungkinkan MEJA untuk segera memanfaatkan kapasitas produksi saat akuisisi selesai.
Triple B Menjadi Pemegang Saham Pengendali MEJA
Triple B resmi menjadi pengendali baru MEJA setelah transaksi jual beli 878.845.100 saham biasa melalui pasar negosiasi pada 3 Desember 2025. Harga pelaksanaan transaksi adalah Rp20 per saham, dengan total nilai mencapai Rp17,57 miliar.
Dengan akuisisi saham ini, Triple B memiliki kendali penuh atas keputusan strategis MEJA, sekaligus memastikan dukungan penuh terhadap rencana ekspansi dan diversifikasi usaha perusahaan di sektor energi.
Proses Akuisisi dan Mekanisme Pembayaran
Proses akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa akan dilaksanakan secara bertahap. Hal ini termasuk pembayaran sesuai kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak.
Mekanisme bertahap ini memberi fleksibilitas finansial bagi MEJA sekaligus memastikan integrasi perusahaan yang diakuisisi dapat berjalan lancar.
Langkah bertahap ini juga memungkinkan MEJA menyesuaikan strategi operasional sambil memanfaatkan peluang yang muncul di pasar batu bara nasional maupun internasional.
Dampak terhadap Ekspansi MEJA
Akuisisi ini menjadi strategi penting bagi MEJA untuk memperluas bisnisnya di sektor batu bara. Dengan memiliki saham pengendali di Trimata Coal Perkasa, MEJA dapat mengoptimalkan operasional, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jaringan pemasaran.
Selain itu, kepemilikan ini memberi peluang bagi MEJA untuk mengeksplorasi potensi cadangan batubara yang masih tersisa, meningkatkan nilai perusahaan di mata investor, dan memperkuat posisi perseroan di industri energi.
Perspektif Industri dan Pasar
Industri batu bara di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan, terutama di segmen energi dan ekspor. Akuisisi ini menjadi langkah strategis bagi MEJA untuk memastikan keberlanjutan bisnis, memenuhi permintaan pasar, dan menyiapkan cadangan untuk jangka panjang.
Triple B dan MEJA terlihat fokus pada pengembangan usaha yang sustainable, dengan memanfaatkan aset yang bernilai tinggi dan berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.
Akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa oleh MEJA dengan dukungan Triple B menandai babak baru dalam ekspansi perusahaan.
Dengan manajemen baru dan kepemilikan pengendali yang jelas, MEJA siap memaksimalkan aset batu bara yang dimiliki, memperkuat posisi di industri energi, serta meningkatkan nilai perusahaan.
Langkah ini juga menunjukkan strategi pertumbuhan yang terukur, berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, optimisasi aset, dan integrasi bisnis yang berkelanjutan. Rencana ini diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap kinerja MEJA di masa mendatang.